Rabu, 17 April 2013

PEMANFAATAN SUMBER DAYA ALAM

PEMANFAATAN Sumber Daya Alam di Indonesia !!!

Semua kekayaan bumi baik biotik maupun abiotik, yang dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan manusia merupakan sumber daya alam. Tumbuhan, hewan, manusia dan mikroba merupakan sumber daya alam hayati. Sedangkan faktor abiotik lainnya mrupakan sumber daya alam nonhayati. Pemanfaatan sumber daya alam harus diikuti oleh pemeliharaan dan pelestarian, karena sumber daya alam bersifat terbatas.
Di bumi ini, penyebaran sumber daya alam tidak merata letaknya. Ada bagian bumi yang sangat kaya akan mineral, ada pula yang tidak. Oleh karena itu agar pemanfaatannta dapat berkesinambungan, maka tindakan eksploitasi harus disertai dengan tindakan perlindungan. Pemeliharaan dan pengembangan lingkungan hidup harus dilakukan dengan cara yang rasional antara lain sebagai berikut: memanfaatkan sumber daya alam yang dapat diperbaharui dengan hati-hati dan efisien, misal (air, tanah dan udara), menggunakan bahan pengganti, misalnya hasil metalurgi (campuran), mengembangkan metoda menambang dan memproses yang efisien, serta pendaurulangan  (recycling), dan melaksanakan etika lingkungan berdasarkan falsafah hidup secara damai dengan alam.
Di Indonesia sangat kaya akan sumber daya alam yang didapat. Hampir 90% manusia memanfaatakannya bagi kelangsungan hidup. Selain banyak manfaat tetapi sekarang ini di Indonesia ada banyak SDA yang sudah tidak bisa dimanfaatkan lagi. Seperti di Sidoarjo, Pertambangan Lapindo. Peristiwa ini menjadi suatu tragedi ketika banjir lumpur panas menggenangi areal persawahan, pemukiman penduduk dan kawasan industri. Hal ini wajar mengingat volume lumpur diperkirakan sekitar 5.000 hingga 50 ribu meter kubik perhari (setara dengan muatan penuh 690 truk peti kemas berukuran besar).
Akibatnya, semburan lumpur ini membawa dampak yang luar biasa bagi masyarakat sekitar. Lumpur sangat berbahaya bagi kesehatan masyarakat. Kandungan logam berat (Hg) air raksa, misalnya, mencapai 2,565 mg/liter Hg, padahal baku mutunya hanya 0,002 mg/liter Hg. Hal ini menyebabkan infeksi saluran pernapasan, iritasi kulit dan kanker. Kandungan fenol bisa menyebabkan sel darah merah pecah (hemolisis), jantung berdebar (cardiac aritmia), dan gangguan ginjal.
Selain itu banyak faktor lain dampak dari kejadian tersebut, kelangsungan hidup pendudukan disana terhambat dan tidak leluasa akhirnya mereka bermigrasi. Walaupun sudah diberi fasilitas tetapi kurang.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar